BAB I
PENDAHULUAN
Kekurangan yodium
sesungguhnya telah mendunia dan bukan hanya masalah gangguan gizi di Indonesia.
Berdasarkan tafsiran WHO dan UNICEF, sekitar 1 juta penduduk di negara yang
berkembang beresiko mengalami kekurangan yodium. Defisiensi yodium di suatu
wilayah mempengaruhi baik manusia maupun cadangan bahan pangan. Sama seperti
manusia, semua jenis tanaman yang tumbuh di daerah yang tidak atau hanya
sedikit mengandung yodium juga mengalami kekurangan.
Kekurangan
yodium ditandai dengan terjadinya pembesaran kelenjar tiroid di leher.
Defisiensi yodium dapat menyebabkan kretin neurologic atau pertumbuhan cebol
yang disertai keterlambatan perkembangan jiwa serta menurunnya kecerdasan anak.
GAKY dapat terjadi pada anak-anak, remaja, dan dewasa. Pada ibu hamil yang
menderita GAKY akan megakibatkan kondisi bayi mati ataupun cacat.
GAKY
sesungguhnya bukan penyakit yang tidak dapat dicegah. Sejak tahun 1986, Lembaga
Swadaya Masyarakat Internasional (International Council for Control of
Iodine Deficiency Disorders) bekerja sama dengan WHO dan UNICEF telah
merancang program umum dalam rangka melenyapkan GAKY pada tahun 2000. Tujuan
rencana ini ialah merancang program pengawasan GAKY secara efektif. Kegiatannya
mencakup kegiatan pada tingkat nasional, regional, dan global.
Keberhasilan
pengawasan defisiensi terhadap cadangan bahan pangan terlihat dari penigkatan
angka lahir hidup dan berat badan, serta penyusutan deformitas. Selanjutnya,
hasil daging dan produk hewan lain bertambah, di samping ketahanan
kerja hewan pun ikut meningkat.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Epidemiologi
Mereka yang bermukim di wilayah
sedikit sekali (bahkan tidak ada sama sekali) mengandung yodium beresiko
mengalami defisiensi. Kehilangan yodium di wilayah itu, kebanyakan berlangsung
di daerah pegunungan, mungkin diakibatkan oleh hanyutnya yodium bersama air
hujan. Pemukiman di sekitar pegunungan Himalaya merupakan contoh yang paling
nyata. Namun, daerah yang terbentang di dataran rendah pun bukan tidak mungkin
mengalami kekurangan. Air bah yang kerap berkunjung, menghanyutkan yodium yang
tersimpan dalam tanah. Lembah sungai gangga di wilayah India, Pakistan, dan
Bangladesh merupakan bukti hidup.Yodium yang terkandung pada tanaman yang
tumbuh di daerah itu pun terbukti sangat sedikit.
2.2 Definisi GAKY
· Gangguan akibat
kekurangan iodium (iodine deficiency disorder) adalah gangguan
tubuh yang disebabkan oleh kekurangan iodium sehingga tubuh tidak dapat
menghasilkan hormon tiroid. Kekurangan hormon tiroid mengakibatkan timbul
gondok, hipotiroid, kretin, gangguan reproduksi, kematian bayi dan
keterbelakangan mental.
· Gangguan Akibat
Kekurangan Iodium (GAKI) adalah sekumpulan gejala atau kelainan yang
ditimbulkan karena tubuh menderita kekurangan iodium secara terus – menerus
dalam waktu yang lama yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan makhluk
hidup (manusia dan hewan) (DepKes RI, 1996).
· Gangguan akibat kekurangan
yodium adalah sekumpulan gejala yang dapat ditimbulkan karena tubuh seseorang
kekurangan unsur yodium secara terus-menerus dalam waktu cukup lama. (DepKes
RI, 2000).
· Gangguan akibat kekurangan
yodium adalah rangkaian kekurangan yodium pada tumbuh kembang manusia, Sprektum
seluruhnya terdiri dari gondok dalam berbagai stadium, kretin endemik yang
ditandai terutama oleh gangguan mental, gangguan pendengaran, gangguan pada
anak dan dewasa, sering dengan kadar hormon rendah angka lahir dan kematian
janin meningkat (Supariasa, 2001).
2.3 Definisi Yodium
· Yodium merupakan zat
essensial bagi tubuh, karena merupakan komponen dari hormon tiroksin. Terdapat
dua ikatan organik yang menunjukkan bioaktifitas hormon ini, ialah
trijodotyronin T3 dan Tetrajodotyronin T4, yang terakhir juga disebut juga
Tiroksin. (Sediaoetama, 2006).
· Yodium adalah sejenis
mineral yang terdapat di alam, baik di tanah maupun di air, merupakan zat gizi
mikro yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.
2.4 Garam Beryodium
Garam beryodium adalah
garam yang telah diperkaya dengan yodiumyang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan
dan kecerdasan.
Garam beryodium adalah
garam natrium Clorida yang diproduksi melalui proses Yodisasi yang memenuhi
Standart Nasional indonesia (SNI), mengandung yodium antara 30-80 ppm untuk
konsumsi manusia atau ternak, pengasinan, ikan dan bahan penolong industri
pangan kecuali untuk pemboran minyak, Chlor Alkali Plan (CAP) dan industri
kertas pulp (Depkes RI, 2000).
Ø Persyaratan garam sehat:
i. Garam sehat adalah garam
konsumsi yang telah difortifikasi dengan yodium yang cukup untuk kebutuhan
tubuh yang mengandung kadar yodium antara 30-40 ppm dan kandungan air ≤ 5%.
ii. Garam Yodium diharuskan
dikonsumsi seluruh penduduk baik di daerah endemik maupun daerah bukan endemik.
iii. Konsumsi garam yodium
rata-rata per orang 10 gr per hari dan kebutuhan ion yodium sebesar 150-200
mikrogram per orang per hari bila konsumsi rata-rata.
Ø Pengelolaan Garam Sehat
i. Penyimpanan
Garam yodium perlu disimpan
di bejana atau wadah tertutup,tidak
kena cahaya, tidak dekat dengan tempat
lembab air, hal ini untuk menghindari penurunan kadar yodium dan meningkatkan
kadar air, karena kadar yodium menurun bila terkena panas dan kadar air yang
tinggal akan melekatkan yodium. (Palupi, 2008).
ii. Penggunaa Garam Yodium
o Tidak dibubuhkan pada
sayuran mendidih, tetapi dimasukan setelah sayuran diangkat dari tungku karena
kadar kalium Iodate (KIO3) dalam makanan akan terjadi penurunan
setelah dididihkan 10 menit.
o Kadar Yodium juga akan
menurun pada makanan yang asam, makin asam makanan, makin mudah akan
menghilangkan KIO3 dari makanan tersebut. (Palupi, 2008).
Ø Proses Perusak terhadap
Kandungan yodium
i. Merebus (terbuka) kadar
yodium hilang ± 50 %
ii. Menggoreng kadar yodium
hilang ± 35 %
iii. Memanggang kadar yodium
hilang ± 25 %
iv. Brengkesan atau pepesan
kadar yodium hilang ± 10 %.
Ø Pemeriksaan Status
Yodium
Cara yang dianjurkan untuk memeriksa status yodium yaitu;
penilaian angka kejadian gondok (gondok yang telah terlihat dan gondok teraba),
pengukuran kadar yodium yang diekskresikan ke dala, urine; dan penentuan kadar
TSH dalam darah berbagai kelompok usia (terutama bayi yang baru lahir dan ibu
hamil).
Tabel Kriteria Epidemiologis Penilaian yang Berasal dari Makanan
yang Disantap Berdasarkan Nilai Median Kadar Yodium Urine
|
Rata-rata
Kadar Urine (µg/L)
|
Asupan Yodium
|
Status Yodium
|
|
<20
|
Tidak cukup
|
Kurang yodium berat
|
|
20-49
|
Tidak cukup
|
Kurang yodium sedang
|
|
50-99
|
Tidak cukup
|
Kurang yodium ringan
|
|
100-199
|
Cukup
|
Optimal
|
|
200-299
|
Lebih dari cukup
|
Risiko hipotiroidisme yang diimbas yodium pada 5-10 tahun ke
depan setelah suplementasi garam beryodium bagi golongan rentan
|
|
>300
|
Berlebihan
|
Risiko hipertiroidisme diimbas yodium dan penyakit tiroid
autoimmun
|
(Dikutip dari: “Assessment of IDD and monitoring their
elimination”.2nd ed. WHO 2001)
2.5 Masalah yang Timbul Akibat GAKY
v GONDOK
Defisiensi
yodium akan meguras cadangan yodium serta mengurangi produksi T4. Penurunan
kadar T4 dalam darah memicu sekresi TSH yang kemudian meningkatkan kegiatan
kelenjar tiroid, untuk selanjutnya menyokong terjadinya hyperplasia tiroid.
Efisiensi pemompaan yodium bertambah dan dibarengi dengan kecepatan pemecahan (turn
over) yodium tiroid : sebuah proses yang dapat ditunjukkan dengan
meningkatkan asupan yodium tiroid radioaktif isotop dan yodium.
v DEFISIENSI PADA JANIN
Defisiensi
yodium pada janin merupakan dampak dari kekurangan pada ibu. Keadaan ini
berkaitan dengan meningkatnya insidensi lahir mati, aborsi, cacat lahir, dan
semua ini sesungguhnya dapat dicegah melalui intervensi yang tepat. Pengaruh
ini serupa dengan pengaruh pada wanita yang menderita hipotiroidisme yang dapat
diobati dengan pengobatan pengganti hormon tiroid. Uji terkontrol dengan minyak
beryodium telah menunjukkan penyusutan bermakna kasus kematian janin dan bayi
baru lahir pada kelompok yang diobati.
Pengaruh
utama defisiensi pada janin ialah kretinisme endemis, yang sangat berkaitan
dengan bentuk sporadis. Bentuk kretinisme endemis akan timbul mana kala lebih
dari 10 % penduduk mengasup yodium < 25µg/hari. Gejala khas kretinisme
terbagi menjadi 2 jenis, yaitu jenis saraf dan bentuk miksedema. Jenis yang pertama menampilkan tanda dan gejala
seperti kemunduran mental, bisu – tuli, dan diplegia spastik. Bentuk terakhir
memperlihatkan tanda khas hipotiridisme, serta dwarfisme.
v DEFISIENSI PADA BAYI
BARU LAHIR
Selain
berpengaruh pada angka kematian, keberfungsian tiroid pada bayi baru lahir
terhubung dengan kenyataan bahwa otak bayi baru lahir hanya sepertiga ukuran
normal otak orang dewasa. Otak bayi akan terus berkembang dengan cepat hingga
akhir tahun kedua kehidupan. Berdasarkan penelitian pada hewan, hormone tiroid
yang sangat bergantung pada kecukupan asupan yodium sangat penting dalam
perkembangan normal otak.
Kekurangan
yang parah dan berlangsung lama akan mempengaruhi funsi tiroid bayi yang
kemudian mengancam perkembangan otak secara dini.
v DEFISIENSI PADA ANAK
Kekurangan
yodium pada anak secara khas terpaut dengan insidensi gondok. Angka kejadian
gondok meningkat bersama usia, dan mencapai puncaknya setelah remaja.
Prevalensi gondok pada anak perempuan lebih tinggi ketimbang anak lelaki. Kasus
gondok pada anak sekolah yang berusia antara 6 – 12 tahun dapat dijadikan
petunjuk. Total Goitre Rate ( TGR) anak sekolah lazim digunakan sebagai
petunjuk dalam perkiraan besaran GAKY masyarakat suatu daerah.
Penelitian
terhadap anak sekolah yang tinggal di daerah endemis menunjukkan gangguan
kinerja belajar serta nilai kecerdasan ( IQ ).
v DEFISIENSI PADA ORANG
DEWASA
Pada
orang dewasa, kekurangan yodium menyebabakan keadaan lemas dan cepat lelah,
produktifitas dan peran dalam kehidupan sosial rendah (isna, 2009), Gondok dan
penyulit, Hipotiroidisme, Hipertiroidisme diimbas oleh yodium.
Pemberian
yodium dalam bentuk garam, roti, atau minyak beryodium, ternyata lebih efektif
dalam pencegahan gondok orang dewasa. Penyuntikan minyak beryodium jelas dapat
mencegah hal ini. Itulah sebabnya mengapa cara ini lebih banyak diterima di
masyarakat yang bermukim di daerah endemis.
v DEFISIENSI PADA IBU
HAMIL
Pada
ibu hamil menyebabkan keguguran spontan, lahir mati dan kematian bayi,
mempengaruhi otak bayi dan kemungkinan menjadi cebol pada saat dewasa nanti.
Seorang ibu yang menderita pembesaran gondok akan melahirkan bayi yang juga
menderita kekurangan yodium. Jika tidak segera diobati, maka pada usia 1 tahun,
sudah akan terjadi pembesaran pada kelenjar gondoknya. (Isna, 2009)
Tabel Spektrum GAKY
|
Tahap
Perkembangan
|
Bentuk
Gangguan
|
|
Janin
|
Keguguran
(aborsi)
Lahir
mati
Kelainan
kongenital
Kematian
perinatal
Kematian
bayi
Kretinisme
saraf
Kretinisme
miksedema
Kerusakan
psikomotor
|
|
Bayi
baru lahir
|
Gondok
neonates
Hipotiroidisme
neonates
|
|
Anak
& remaja
|
Gondok
Hipotiroidisme
juvenile
Fungsi
mental
Perkembangan
fisik terhambat
|
|
Dewasa
|
Gondok
dan penyulit
Hipotiroidisme
Fungsi
mental
Hipertiroidisme
diimbas oleh yodium
|
|
Semua
usia
|
Kepekaan
terhadap radiasi nuklir meningkat
|
(Dikutip dari: “Trace elements in human nutrition and health”,
WHO 1996)
2.6 Penyebab GAKY
Yodium dalam tubuh
berada dalam bentuk Iodida (I2). Menyusun tubuh kurang lebih 15-20 mg, sangat
bervariasi antar individu, tergantung wilayah tempat tinggal (kandungan yodium
dalam tanah, air, tanaman, dan pangan sumberyodium yang dikonsumsi. Fungsi
yodium dalam tubuh, bersama hormon-hormon tiroid, adalah : berperan dalam
mengatur suhu tubuh, laju pelepasanenergi selama metabolisme basal (BMR), laju
penggunaan oksigen oleh sel, pertumbuhan, perkembangan sistem syaraf,
pertumbuhan linier, dan pembentukan panas tubuh. Penyerapan yodium sangat cepat
dan mudah.Yodium terutama terkonsentrasi pd kelenjar tiroid (70-80%)yang
berperan dalam pembentukan hormon T3-triiodothyronin dan T4–tetra
Iodothyronine/tyroxin. Pelepasan hormon tiroid ke dlm darah dipacu oleh TSH
(Thyroid Stimulating Hormon).
Faktor – Faktor penyebab masalah GAKI antara lain :
• Faktor Defisiensi Iodium dan Iodium Excess
Defisiensi
iodium merupakan sebab pokok terjadinya masalah GAKI. Hal ini
disebabkan karena kelenjar tiroid melakukan proses adaptasi fisiologis terhadap
kekurangan unsur iodium dalam makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Kelebihan
yodium terjadi apabila yodium yang dikonsumsi cukup besar secara terus menerus,
seperti yang dialami oleh masyarakat di Hokaido (Jepang) yang mengkonsumsi
ganggang laut dalam jumlah yang besar. Bila iodium dikonsumsi dalam
dosis tinggi akan terjadi hambatan hormogenesis, khususnya iodinisasi tirosin
dan proses coupling.
• Faktor Geografis dan Non Geografis
GAKI
sangat erat hubungannya dengan letak geografis suatu daerah, karena
pada umumnya masalah ini sering dijumpai di daerah pegunungan seperti
pegunungan Himalaya, Alpen, Andres dan di Indonesia gondok sering dijumpai di
pegunungan seperti Bukit Barisan Di Sumatera dan pegunungan Kapur Selatan.
Daerah yang biasanya mendapat suplai makanannya dari daerah lain
sebagai penghasil pangan, seperti daerah pegunungan yang notabenenya
merupakan daerah yang miskin kadar iodium dalam air dan
tanahnya. Dalam jangka waktu yang lama namun pasti daerah
tersebut akan mengalami defisiensi iodium atau daerah endemik iodium.
• Faktor Bahan Pangan Goiterogenik
Kekurangan
iodium merupakan penyebab utama terjadinya gondok, namun tidak dapat dipungkiri
bahwa faktor lain juga ikut berperan. Salah
satunya adalah bahan pangan yang bersifat goiterogenik. Zat
goiterogenik dalam bahan makanan yang dimakan setiap hari akan
menyebabkan zat iodium dalam tubuh tidak berguna, karena zat goiterogenik
tersebut merintangi absorbsi dan metabolisme mineral iodium yang telah masuk ke
dalam tubuh. Giterogenik adalah zat yang dapat menghambat pengambilan zat
iodium oleh kelenjar gondok, sehingga konsentrasi iodium dalam kelenjar menjadi
rendah. Selain itu, zat goiterogenik dapat menghambat perubahan iodium dari
bentuk anorganik ke bentuk organik sehingga pembentukan hormon tiroksin
terhambat. Beberapa jenis Goitrogen yaitu:
§ Kelompok Tiosianat atau
senyawa mirip tiosianat
contoh:
ubi kayu, jagung, rebung, ubi jalar, buncis besar
§ Kelompok tiourea,
tionamide, tioglikoside, vioflavanoid dan disulfida alifatik, contoh : berbagai
makanan pokok di daerah tropis seperti sorgum, kacang-kacangan, bawang merah
dan bawang putih
§ Kelompok Sianida
Contoh:
daun + umbi singkong , gaplek, gadung, rebung, daun ketela,
kecipir, dan terung
§ Kelompok Mimosin
contoh:
pete cina dan lamtoro
§ Kelompok Isothiosianat
contoh:
daun pepaya
§ Kelompok Asam
contoh:
jeruk nipis, belimbing wuluh dan cuka
§ Kelompok yang bekerja
pada proses proteolisis dan rilis hormon tiroid
• Faktor Zat Gizi Lain
Defisiensi
protein dapat berpengaruh terhadap berbagai tahap pembentukan hormon dari
kelenjar thyroid terutama tahap transportasi hormon. Baik T3 maupun T4
terikat oleh protein dalam serum, hanya 0,3 % T4 dan 0,25 % T3 dalam keadaan
bebas. Sehingga defisiensi protein akan menyebabkan tingginya T3 dan
T4 bebas, dengan adanya mekanisme umpan balik pada TSH maka hormon dari
kelenjar thyroid akhirnya menurun.
Tabel Anjuran Asupan Yodium
|
Kisaran
Usia
|
Dosis
(µg/hari)
|
|
0-12
bulan
|
50
|
|
1-6
tahun
|
90
|
|
7-12
tahun
|
120
|
|
12-dewasa
|
150
|
|
Hamil
|
200
|
|
Menyusui
|
200
|
2.7 Diagnosis GAKY
Tabel Kriteria Keparahan dan Signifikasi Masalah Kesehatan GAKY
|
Keparahan
|
Gambaran
klinis
|
TGR
(%)
|
Rata
– rata kadar urine (µg/L)
|
Prioritas
koreksi
|
||
|
G
|
H
|
K
|
||||
|
Derajat
0 [normal]
|
0
|
0
|
0
|
<5,0
|
≤100
|
-
|
|
Derajat
I [ringan]
|
+
|
0
|
0
|
5,0-19,9
|
50-99
|
Penting
|
|
Derajat
II [sedang]
|
++
|
+
|
0
|
20,0-29,9
|
20-49
|
Segera
|
|
Derajat
III [parah]
|
++
|
+++
|
++
|
≥30,0
|
<20
|
Kritis
|
Keterangan:
0 = tidak ada; + = ringan; ++ = sedang; +++ = sangat berat
G = goitre; H = hipotiroidisme; K= kretin
TGR = total goitre rate
(Sumber: WHO 1994)
2.8 Pencegahan GAKY
Secara relatif, hanya
makanan laut yang kaya akan yodium : sekitar 100 μg/100 gr. Pencegahan
dilaksanakan melalui pemberian garam beryodium. Jika garam beryodium tidak
tersedia, maka diberikan kapsul minyak beryodium setiap 3, 6 atau 12 bulan,
atau suntikan ke dalam otot setiap 2 tahun.
Kegiatan pencegahan dan
penaggulangan GAKI yang telah dilakukan oleh pemerintah meliputi komunikasi ,
informasi dan edukasi (KIE ) terhadap penaggulangan GAKI yang tertuju pada 3 (
tiga ) kelompok sasaran yaitu :
a. Para perencana, pengelola dan pelaksana program.
b. Masyasarakat di daerah gondok endemik.
c. Masyarakat di luar daerah gondok endemik.
2.9 Penanggulangan GAKY
Intervensi GAKI terus
dilakukan dengan bantuan sejumlah badan dunia. Program intensifikasi
penanggulangan GAKI yang berlangsung tahun 1997 – 2003 bertujuan menurunkan
prevalensi GAKI lewat pemantauan status GAKI pada penduduk, meningkatkan
persediaan garam beriodium serta meningkatkan kerja sama lintas sektoral. Upaya
penanggulangan GAKI sudah dimulai sejak pemerintahan Belanda melalui distribusi
garam beryodim ke daerah endemik berat. Penanggulangan GAKI dilakukan dalam dua
jangka waktu, yaitu :
i. Jangka Panjang:
suplementasi tidak langsung melalui fortifikasi garam konsumsi dengan iodium
dimana program ini disebut garam iodium.
ii. Jangka pendek:
suplementasi langsung dengan ,minyak iodium baik secara oral maupun suntikan
lipiodol. Upaya ini hanya ditunjukkan pada daerah endemik berat dan telah
dilaksanakan sejak tahun 1974
Menurut ketentuan
Peraturan Menteri Kesehatan RI 1986, kandungan KIO3yang dianjurkan
adalah 40 ppm. Iodium diperlukan semata – mata untuk biosintesis hormon thyroid
yang mengandung iodium. Kebutuhan iodium meningkat pada kaum remaja dan kehamilan.
Banyaknya metoda suplementasi Iodium tergantung pada beratnya GAKI pada
populasi, grade iodium urine dan prevalensi goiter dan
kretinism.
•GAKI ringan:
Akan lenyap dengan sendirinya jika status ekonomi penduduk
ditingkatkan.
•GAKI sedang :
Dapat dikontrol dengan garam berjodium (biasanya 20 – 40 mg/kg
pada tingkat rumah tangga). Disamping itu minyak beriodium diberi secara oral
atau suntik yang dikoordinasi melalui puskesmas.
•GAKI berat :
Penanganannya : minyak beriodium diberikan (secara oral pada 3, 6,
dan 12 bulan maupun suntikan setiap 2 tahun) sampai sistim garam berjodium
efektif, jika sistim saraf pusat dicegah dengan sempurna.
PENGERTIAN KAPSUL YODIUM
· Kapsul yodium adalah
preparat minyak beryodium dengan dosis tinggi dan tiap kapsul berisi 200 mg
yodium dalam larutan minyak.
· Kapsul yodium diberikan
kepada penduduk yang tinggal di daerah endemik sedang dan berat (prevalensi ≤
20%) setiap tahun sekali dengan ketentuan :
1. Laki-laki : 0-20 tahun
2. Perempuan : 0-30 tahun
3. Semua ibu hamil dan
menyusui
· Dosis pemberian Kapsul
yodium
1. Bayi 0-1 ½ kapsul/tahun
2. Balita 1-5 1 kapsul/tahun
3. Wanita 6-35 2 kapsul/tahun
4. Pria 6-20 2 kapsul/tahun
5. Wanita hamil dan menyusui-
2 kapsul/tahun
(Depkes, 2000)
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Gangguan akibat
kekurangan yodium (GAKY) merupakan suatu penyakit akibat kurangannya asupan
yodium yang biasannya terjadi dalam jangka waktu yang lama. Gangguan ini biasa
ditemukan pada daerah yang kadar yodium dalam alamnya sedikit atau bahkan tidak
ada kandungan yodiumnya seperti daerah pegunungan. Akibat kurangnya asupan
yodium ini dapat menimbulkan beberapa gangguan kesehatan yang biasa menimpa siapa
saja.
3.2 Saran
3.2.1 Saran untuk Pemerintah
· Program penanggulangan
GAKY baik yang jangka pendek maupun jangka panjang harus terus berlanjut
· Pengawasan dan
pemantauan terhadap defisiensi cadangan makanan yang mengandung yodium di
seluruh masyarakat terutama pada daerah pegunungan
· Mendistribusikan makanan
yang mengandung yodium keseluruh masyarakat (garam beryodium)
· Mensosialisasikan
masalah GAKY pada masyarakat (misalnya iklan di televisi)
3.2.2 Saran untuk Petugas
Kesehatan
· Mensosialisasikan
tentang pentingnya asupan yodium bagi kesehatan
· Mensosialisasikan
tentang anjuran asupan yodium yang disarankan
· Mengawasi, memantau dan
segera menindak lanjuti jika terdapat masyarakat yang mengalami GAKY
3.2.3 Saran untuk Masyarakat
· Mengkonsumsi garam yang
mengandung yodium
· Memperhatikan jumlah
asupan yodium
· Menyimpan garam
beryodium dengan benar
DAFTAR PUSTAKA
Proverawati,
Atikah & Erna Kusuma Wati. 2010. Ilmu Gizi untuk Keperawatan &
Gizi Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Arisman.
2008. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC.
Comments
Post a Comment