GANGGUAN KEKURANGAN YODIUM (GAKY)

BAB I
PENDAHULUAN

          Kekurangan yodium sesungguhnya telah mendunia dan bukan hanya masalah gangguan gizi di Indonesia. Berdasarkan tafsiran WHO dan UNICEF, sekitar 1 juta penduduk di negara yang berkembang beresiko mengalami kekurangan yodium. Defisiensi yodium di suatu wilayah mempengaruhi baik manusia maupun cadangan bahan pangan. Sama seperti manusia, semua jenis tanaman yang tumbuh di daerah yang tidak atau hanya sedikit mengandung yodium juga mengalami kekurangan.
            Kekurangan yodium ditandai dengan terjadinya pembesaran kelenjar tiroid di leher. Defisiensi yodium dapat menyebabkan kretin neurologic atau pertumbuhan cebol yang disertai keterlambatan perkembangan jiwa serta menurunnya kecerdasan anak. GAKY dapat terjadi pada anak-anak, remaja, dan dewasa. Pada ibu hamil yang menderita GAKY akan megakibatkan kondisi bayi mati ataupun cacat.
            GAKY sesungguhnya bukan penyakit yang tidak dapat dicegah. Sejak tahun 1986, Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional (International Council for Control of Iodine Deficiency Disorders) bekerja sama dengan WHO dan UNICEF telah merancang program umum dalam rangka melenyapkan GAKY pada tahun 2000. Tujuan rencana ini ialah merancang program pengawasan GAKY secara efektif. Kegiatannya mencakup kegiatan pada tingkat nasional, regional, dan global.
            Keberhasilan pengawasan defisiensi terhadap cadangan bahan pangan terlihat dari penigkatan angka lahir hidup dan berat badan, serta penyusutan deformitas. Selanjutnya, hasil daging dan produk hewan lain bertambah, di samping ketahanan kerja  hewan pun ikut meningkat.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Epidemiologi
     Mereka yang bermukim di wilayah sedikit sekali (bahkan tidak ada sama sekali) mengandung yodium beresiko mengalami defisiensi. Kehilangan yodium di wilayah itu, kebanyakan berlangsung di daerah pegunungan, mungkin diakibatkan oleh hanyutnya yodium bersama air hujan. Pemukiman di sekitar pegunungan Himalaya merupakan contoh yang paling nyata. Namun, daerah yang terbentang di dataran rendah pun bukan tidak mungkin mengalami kekurangan. Air bah yang kerap berkunjung, menghanyutkan yodium yang tersimpan dalam tanah. Lembah sungai gangga di wilayah India, Pakistan, dan Bangladesh merupakan bukti hidup.Yodium yang terkandung pada tanaman yang tumbuh di daerah itu pun terbukti sangat sedikit.

2.2  Definisi GAKY
·           Gangguan akibat kekurangan iodium (iodine deficiency disorder) adalah gangguan tubuh yang disebabkan oleh kekurangan iodium sehingga tubuh tidak dapat menghasilkan hormon tiroid. Kekurangan hormon tiroid mengakibatkan timbul gondok, hipotiroid, kretin, gangguan reproduksi, kematian bayi dan keterbelakangan mental.

·           Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) adalah sekumpulan  gejala atau kelainan yang ditimbulkan karena tubuh menderita kekurangan iodium secara terus – menerus dalam waktu yang lama yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup (manusia dan hewan) (DepKes RI, 1996).

·           Gangguan akibat kekurangan yodium adalah sekumpulan gejala yang dapat ditimbulkan karena tubuh seseorang kekurangan unsur yodium secara terus-menerus dalam waktu cukup lama. (DepKes RI, 2000).

·           Gangguan akibat kekurangan yodium adalah rangkaian kekurangan yodium pada tumbuh kembang manusia, Sprektum seluruhnya terdiri dari gondok dalam berbagai stadium, kretin endemik yang ditandai terutama oleh gangguan mental, gangguan pendengaran, gangguan pada anak dan dewasa, sering dengan kadar hormon rendah angka lahir dan kematian janin meningkat (Supariasa, 2001).

2.3  Definisi Yodium
·         Yodium merupakan zat essensial bagi tubuh, karena merupakan komponen dari hormon tiroksin. Terdapat dua ikatan organik yang menunjukkan bioaktifitas hormon ini, ialah trijodotyronin T3 dan Tetrajodotyronin T4, yang terakhir juga disebut juga Tiroksin. (Sediaoetama, 2006).
·         Yodium adalah sejenis mineral yang terdapat di alam, baik di tanah maupun di air, merupakan zat gizi mikro yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.

2.4  Garam Beryodium
          Garam beryodium adalah garam yang telah diperkaya dengan yodiumyang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan kecerdasan.
       Garam beryodium adalah garam natrium Clorida yang diproduksi melalui proses Yodisasi yang memenuhi Standart Nasional indonesia (SNI), mengandung yodium antara 30-80 ppm untuk konsumsi manusia atau ternak, pengasinan, ikan dan bahan penolong industri pangan kecuali untuk pemboran minyak, Chlor Alkali Plan (CAP) dan industri kertas pulp (Depkes RI, 2000).
Ø  Persyaratan garam sehat:
                                       i.     Garam sehat adalah garam konsumsi yang telah difortifikasi dengan yodium yang cukup untuk kebutuhan tubuh yang mengandung kadar yodium antara 30-40 ppm dan kandungan air ≤ 5%.
                                     ii.     Garam Yodium diharuskan dikonsumsi seluruh penduduk baik di daerah endemik maupun daerah bukan endemik.
                                   iii.     Konsumsi garam yodium rata-rata per orang 10 gr per hari dan kebutuhan ion yodium sebesar 150-200 mikrogram per orang per hari bila konsumsi rata-rata.

Ø  Pengelolaan Garam Sehat
                                          i.            Penyimpanan
        Garam yodium perlu disimpan di bejana atau wadah tertutup,tidak kena cahaya, tidak dekat dengan tempat lembab air, hal ini untuk menghindari penurunan kadar yodium dan meningkatkan kadar air, karena kadar yodium menurun bila terkena panas dan kadar air yang tinggal akan melekatkan yodium. (Palupi, 2008).
                                        ii.            Penggunaa Garam Yodium
o   Tidak dibubuhkan pada sayuran mendidih, tetapi dimasukan setelah sayuran diangkat dari tungku karena kadar kalium Iodate (KIO3) dalam makanan akan terjadi penurunan setelah dididihkan 10 menit.
o   Kadar Yodium juga akan menurun pada makanan yang asam, makin asam makanan, makin mudah akan menghilangkan KIO3 dari makanan tersebut. (Palupi, 2008).

Ø  Proses Perusak terhadap Kandungan yodium
                                          i.            Merebus (terbuka) kadar yodium hilang ± 50 %
                                        ii.            Menggoreng kadar yodium hilang ± 35 %
                                      iii.            Memanggang kadar yodium hilang ± 25 %
                                      iv.            Brengkesan atau pepesan kadar yodium hilang ± 10 %.

Ø  Pemeriksaan Status Yodium
Cara yang dianjurkan untuk memeriksa status yodium yaitu; penilaian angka kejadian gondok (gondok yang telah terlihat dan gondok teraba), pengukuran kadar yodium yang diekskresikan ke dala, urine; dan penentuan kadar TSH dalam darah berbagai kelompok usia (terutama bayi yang baru lahir dan ibu hamil).

Tabel Kriteria Epidemiologis Penilaian yang Berasal dari Makanan yang Disantap Berdasarkan Nilai Median Kadar Yodium Urine
Rata-rata
Kadar Urine (µg/L)
Asupan Yodium
Status Yodium
<20
Tidak cukup
Kurang yodium berat
20-49
Tidak cukup
Kurang yodium sedang
50-99
Tidak cukup
Kurang yodium ringan
100-199
Cukup
Optimal
200-299
Lebih dari cukup
Risiko hipotiroidisme yang diimbas yodium pada 5-10 tahun ke depan setelah suplementasi garam beryodium bagi golongan rentan
>300
Berlebihan
Risiko hipertiroidisme diimbas yodium dan penyakit tiroid autoimmun
(Dikutip dari: “Assessment of IDD and monitoring their elimination”.2nd ed. WHO 2001)

2.5  Masalah yang Timbul Akibat GAKY
v  GONDOK
            Defisiensi yodium akan meguras cadangan yodium serta mengurangi produksi T4. Penurunan kadar T4 dalam darah memicu sekresi TSH yang kemudian meningkatkan kegiatan kelenjar tiroid, untuk selanjutnya menyokong terjadinya hyperplasia tiroid. Efisiensi pemompaan yodium bertambah dan dibarengi dengan kecepatan pemecahan (turn over) yodium tiroid : sebuah proses yang dapat ditunjukkan dengan meningkatkan asupan yodium tiroid radioaktif isotop dan yodium.

v  DEFISIENSI PADA JANIN
            Defisiensi yodium pada janin merupakan dampak dari kekurangan pada ibu. Keadaan ini berkaitan dengan meningkatnya insidensi lahir mati, aborsi, cacat lahir, dan semua ini sesungguhnya dapat dicegah melalui intervensi yang tepat. Pengaruh ini serupa dengan pengaruh pada wanita yang menderita hipotiroidisme yang dapat diobati dengan pengobatan pengganti hormon tiroid. Uji terkontrol dengan minyak beryodium telah menunjukkan penyusutan bermakna kasus kematian janin dan bayi baru lahir pada kelompok yang diobati.
            Pengaruh utama defisiensi pada janin ialah kretinisme endemis, yang sangat berkaitan dengan bentuk sporadis. Bentuk kretinisme endemis akan timbul mana kala lebih dari 10 % penduduk mengasup yodium < 25µg/hari. Gejala khas kretinisme terbagi menjadi 2 jenis, yaitu jenis saraf dan bentuk miksedema. Jenis yang pertama menampilkan tanda dan gejala seperti kemunduran mental, bisu – tuli, dan diplegia spastik. Bentuk terakhir memperlihatkan tanda khas hipotiridisme, serta dwarfisme.

v  DEFISIENSI PADA BAYI BARU LAHIR
            Selain berpengaruh pada angka kematian, keberfungsian tiroid pada bayi baru lahir terhubung dengan kenyataan bahwa otak bayi baru lahir hanya sepertiga ukuran normal otak orang dewasa. Otak bayi akan terus berkembang dengan cepat hingga akhir tahun kedua kehidupan. Berdasarkan penelitian pada hewan, hormone tiroid yang sangat bergantung pada kecukupan asupan yodium sangat penting dalam perkembangan normal otak.
            Kekurangan yang parah dan berlangsung lama akan mempengaruhi funsi tiroid bayi yang kemudian mengancam perkembangan otak secara dini.

v  DEFISIENSI PADA ANAK
            Kekurangan yodium pada anak secara khas terpaut dengan insidensi gondok. Angka kejadian gondok meningkat bersama usia, dan mencapai puncaknya setelah remaja. Prevalensi gondok pada anak perempuan lebih tinggi ketimbang anak lelaki. Kasus gondok pada anak sekolah yang berusia antara 6 – 12 tahun dapat dijadikan petunjuk. Total Goitre Rate ( TGR) anak sekolah lazim digunakan sebagai petunjuk dalam perkiraan besaran GAKY masyarakat suatu daerah.
            Penelitian terhadap anak sekolah yang tinggal di daerah endemis menunjukkan gangguan kinerja belajar serta nilai kecerdasan ( IQ ).

v  DEFISIENSI PADA ORANG DEWASA
            Pada orang dewasa, kekurangan yodium menyebabakan keadaan lemas dan cepat lelah, produktifitas dan peran dalam kehidupan sosial rendah (isna, 2009), Gondok dan penyulit, Hipotiroidisme, Hipertiroidisme diimbas oleh yodium.
            Pemberian yodium dalam bentuk garam, roti, atau minyak beryodium, ternyata lebih efektif dalam pencegahan gondok orang dewasa. Penyuntikan minyak beryodium jelas dapat mencegah hal ini. Itulah sebabnya mengapa cara ini lebih banyak diterima di masyarakat yang bermukim di daerah endemis.

v  DEFISIENSI PADA IBU HAMIL
                        Pada ibu hamil menyebabkan keguguran spontan, lahir mati dan kematian bayi, mempengaruhi otak bayi dan kemungkinan menjadi cebol pada saat dewasa nanti. Seorang ibu yang menderita pembesaran gondok akan melahirkan bayi yang juga menderita kekurangan yodium. Jika tidak segera diobati, maka pada usia 1 tahun, sudah akan terjadi pembesaran pada kelenjar gondoknya. (Isna, 2009)

Tabel Spektrum GAKY
Tahap Perkembangan
Bentuk Gangguan
Janin
Keguguran (aborsi)
Lahir mati
Kelainan kongenital
Kematian perinatal
Kematian bayi
Kretinisme saraf
Kretinisme miksedema
Kerusakan psikomotor
Bayi baru lahir
Gondok neonates
Hipotiroidisme neonates
Anak & remaja
Gondok
Hipotiroidisme juvenile
Fungsi mental
Perkembangan fisik terhambat
Dewasa
Gondok dan penyulit
Hipotiroidisme
Fungsi mental
Hipertiroidisme diimbas oleh yodium
Semua usia
Kepekaan terhadap radiasi nuklir meningkat
(Dikutip dari: “Trace elements in human nutrition and health”, WHO 1996)


2.6  Penyebab GAKY
       Yodium dalam tubuh berada dalam bentuk Iodida (I2). Menyusun tubuh kurang lebih 15-20 mg, sangat bervariasi antar individu, tergantung wilayah tempat tinggal (kandungan yodium dalam tanah, air, tanaman, dan pangan sumberyodium yang dikonsumsi. Fungsi yodium dalam tubuh, bersama hormon-hormon tiroid, adalah : berperan dalam mengatur suhu tubuh, laju pelepasanenergi selama metabolisme basal (BMR), laju penggunaan oksigen oleh sel, pertumbuhan, perkembangan sistem syaraf, pertumbuhan linier, dan pembentukan panas tubuh. Penyerapan yodium sangat cepat dan mudah.Yodium terutama terkonsentrasi pd kelenjar tiroid (70-80%)yang berperan dalam pembentukan hormon T3-triiodothyronin dan T4–tetra Iodothyronine/tyroxin. Pelepasan hormon tiroid ke dlm darah dipacu oleh TSH (Thyroid Stimulating Hormon).
Faktor – Faktor penyebab masalah GAKI antara lain :
• Faktor Defisiensi Iodium dan  Iodium Excess
            Defisiensi iodium merupakan sebab pokok terjadinya masalah GAKI.  Hal ini disebabkan karena kelenjar tiroid melakukan proses adaptasi fisiologis terhadap kekurangan unsur iodium dalam makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Kelebihan yodium terjadi apabila yodium yang dikonsumsi cukup besar secara terus menerus, seperti yang dialami oleh masyarakat di Hokaido (Jepang) yang mengkonsumsi ganggang laut dalam jumlah yang besar.  Bila iodium dikonsumsi dalam dosis tinggi akan terjadi hambatan hormogenesis, khususnya iodinisasi tirosin dan proses coupling.

• Faktor  Geografis dan Non Geografis
            GAKI sangat erat hubungannya dengan letak geografis  suatu daerah, karena pada umumnya masalah ini sering dijumpai di daerah pegunungan seperti pegunungan Himalaya, Alpen, Andres dan di Indonesia gondok sering dijumpai di pegunungan seperti Bukit Barisan Di Sumatera dan pegunungan Kapur Selatan. Daerah yang biasanya mendapat suplai  makanannya dari daerah lain sebagai  penghasil pangan, seperti daerah pegunungan yang notabenenya merupakan daerah yang miskin kadar iodium dalam air dan tanahnya.  Dalam jangka waktu yang lama namun pasti  daerah tersebut akan mengalami defisiensi iodium atau daerah endemik iodium.

• Faktor Bahan Pangan Goiterogenik
            Kekurangan iodium merupakan penyebab utama terjadinya gondok, namun tidak dapat dipungkiri bahwa faktor lain juga ikut berperan.  Salah satunya  adalah bahan pangan yang bersifat goiterogenik. Zat goiterogenik dalam bahan makanan yang dimakan setiap hari  akan menyebabkan zat iodium dalam tubuh tidak berguna, karena zat goiterogenik tersebut merintangi absorbsi dan metabolisme mineral iodium yang telah masuk ke dalam tubuh. Giterogenik adalah zat yang dapat menghambat pengambilan zat iodium oleh kelenjar gondok, sehingga konsentrasi iodium dalam kelenjar menjadi rendah. Selain itu, zat goiterogenik dapat menghambat perubahan iodium dari bentuk anorganik ke bentuk organik sehingga pembentukan hormon tiroksin terhambat. Beberapa jenis Goitrogen yaitu:
§  Kelompok Tiosianat atau senyawa mirip tiosianat
            contoh: ubi kayu, jagung, rebung, ubi jalar, buncis besar
§  Kelompok tiourea, tionamide, tioglikoside, vioflavanoid dan disulfida alifatik, contoh : berbagai makanan pokok di daerah tropis seperti sorgum, kacang-kacangan, bawang merah dan bawang putih
§  Kelompok Sianida
            Contoh: daun + umbi singkong , gaplek, gadung, rebung, daun ketela, kecipir,       dan terung
§  Kelompok Mimosin
            contoh: pete cina dan lamtoro
§  Kelompok Isothiosianat
            contoh: daun pepaya
§  Kelompok Asam
            contoh: jeruk nipis, belimbing wuluh dan cuka
§  Kelompok yang bekerja pada proses proteolisis dan rilis hormon tiroid

• Faktor Zat Gizi Lain
            Defisiensi protein dapat berpengaruh terhadap berbagai tahap pembentukan hormon dari kelenjar thyroid terutama tahap transportasi hormon.  Baik T3 maupun T4 terikat oleh protein dalam serum, hanya 0,3 % T4 dan 0,25 % T3 dalam keadaan bebas.  Sehingga defisiensi protein akan menyebabkan tingginya T3 dan T4 bebas, dengan adanya mekanisme umpan balik pada TSH maka hormon dari kelenjar thyroid akhirnya menurun.
Tabel Anjuran Asupan Yodium
Kisaran Usia
Dosis (µg/hari)
0-12 bulan
50
1-6 tahun
90
7-12 tahun
120
12-dewasa
150
Hamil
200
Menyusui
200


2.7  Diagnosis GAKY
Tabel Kriteria Keparahan dan Signifikasi Masalah Kesehatan GAKY
Keparahan
Gambaran klinis
TGR (%)
Rata – rata kadar urine (µg/L)
Prioritas koreksi
G
H
K
Derajat 0 [normal]
0
0
0
<5,0
≤100
-
Derajat I [ringan]
+
0
0
5,0-19,9
50-99
Penting
Derajat II [sedang]
++
+
0
20,0-29,9
20-49
Segera
Derajat III [parah]
++
+++
++
≥30,0
<20
Kritis
Keterangan:
0 = tidak ada; + = ringan; ++ = sedang; +++ = sangat berat
G = goitre; H = hipotiroidisme; K= kretin
TGR = total goitre rate
(Sumber: WHO 1994)

2.8  Pencegahan GAKY
          Secara relatif, hanya makanan laut yang kaya akan yodium : sekitar 100 μg/100 gr. Pencegahan dilaksanakan melalui pemberian garam beryodium. Jika garam beryodium tidak tersedia, maka diberikan kapsul minyak beryodium setiap 3, 6 atau 12 bulan, atau suntikan ke dalam otot setiap 2 tahun.
       Kegiatan pencegahan dan penaggulangan GAKI yang telah dilakukan oleh pemerintah meliputi komunikasi , informasi dan edukasi (KIE ) terhadap penaggulangan GAKI yang tertuju pada 3 ( tiga ) kelompok sasaran yaitu :
a. Para perencana, pengelola dan pelaksana program.
b. Masyasarakat di daerah gondok  endemik.
c. Masyarakat di luar daerah gondok endemik.

2.9  Penanggulangan GAKY
       Intervensi GAKI terus dilakukan dengan bantuan sejumlah badan dunia. Program intensifikasi penanggulangan GAKI yang berlangsung tahun 1997 – 2003 bertujuan menurunkan prevalensi GAKI lewat pemantauan status GAKI pada penduduk, meningkatkan persediaan garam beriodium serta meningkatkan kerja sama lintas sektoral. Upaya penanggulangan GAKI sudah dimulai sejak pemerintahan Belanda melalui distribusi garam beryodim ke daerah endemik berat. Penanggulangan GAKI dilakukan dalam dua jangka waktu, yaitu :
                                i.            Jangka Panjang: suplementasi tidak langsung melalui fortifikasi garam konsumsi dengan iodium dimana program ini disebut garam iodium.
                              ii.            Jangka pendek: suplementasi langsung dengan ,minyak iodium baik secara oral maupun suntikan lipiodol. Upaya ini hanya ditunjukkan pada daerah endemik berat dan telah dilaksanakan sejak tahun 1974
       Menurut ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan RI 1986, kandungan KIO3yang dianjurkan adalah 40 ppm. Iodium diperlukan semata – mata untuk biosintesis hormon thyroid yang mengandung iodium. Kebutuhan iodium meningkat pada kaum remaja dan kehamilan. Banyaknya metoda suplementasi Iodium tergantung pada beratnya GAKI pada populasi, grade iodium urine dan prevalensi goiter dan kretinism.
•GAKI ringan:
Akan lenyap dengan sendirinya jika status ekonomi penduduk ditingkatkan.
•GAKI sedang :
Dapat dikontrol dengan garam berjodium (biasanya 20 – 40 mg/kg pada tingkat rumah tangga). Disamping itu minyak beriodium diberi secara oral atau suntik yang dikoordinasi melalui puskesmas.
•GAKI berat :
Penanganannya : minyak beriodium diberikan (secara oral pada 3, 6, dan 12 bulan maupun suntikan setiap 2 tahun) sampai sistim garam berjodium efektif, jika sistim saraf pusat dicegah dengan sempurna.

PENGERTIAN KAPSUL YODIUM
·         Kapsul yodium adalah preparat minyak beryodium dengan dosis tinggi dan tiap kapsul berisi 200 mg yodium dalam larutan minyak.

·         Kapsul yodium diberikan kepada penduduk yang tinggal di daerah endemik sedang dan berat (prevalensi ≤ 20%) setiap tahun sekali dengan ketentuan :
1.      Laki-laki : 0-20 tahun
2.      Perempuan : 0-30 tahun
3.      Semua ibu hamil dan menyusui

·         Dosis pemberian Kapsul yodium
1.      Bayi 0-1 ½ kapsul/tahun
2.      Balita 1-5 1 kapsul/tahun
3.      Wanita 6-35 2 kapsul/tahun
4.      Pria 6-20 2 kapsul/tahun
5.      Wanita hamil dan menyusui- 2 kapsul/tahun
(Depkes, 2000) 

 BAB III
 PENUTUP 

3.1            Kesimpulan
      Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) merupakan suatu penyakit akibat kurangannya asupan yodium yang biasannya terjadi dalam jangka waktu yang lama. Gangguan ini biasa ditemukan pada daerah yang kadar yodium dalam alamnya sedikit atau bahkan tidak ada kandungan yodiumnya seperti daerah pegunungan. Akibat kurangnya asupan yodium ini dapat menimbulkan beberapa gangguan kesehatan yang biasa menimpa siapa saja.
3.2            Saran
3.2.1        Saran untuk Pemerintah
·      Program penanggulangan GAKY baik yang jangka pendek maupun jangka panjang harus terus berlanjut
·      Pengawasan dan pemantauan terhadap defisiensi cadangan makanan yang mengandung yodium di seluruh masyarakat terutama pada daerah pegunungan
·      Mendistribusikan makanan yang mengandung yodium keseluruh masyarakat (garam beryodium)
·      Mensosialisasikan masalah GAKY pada masyarakat (misalnya iklan di televisi)
3.2.2        Saran untuk Petugas Kesehatan
·                     Mensosialisasikan tentang pentingnya asupan yodium bagi kesehatan
·                     Mensosialisasikan tentang anjuran asupan yodium yang disarankan
·      Mengawasi, memantau dan segera menindak lanjuti jika terdapat masyarakat yang mengalami GAKY
3.2.3        Saran untuk Masyarakat
·                     Mengkonsumsi garam yang mengandung yodium
·                     Memperhatikan jumlah asupan yodium
·                     Menyimpan garam beryodium dengan benar


DAFTAR PUSTAKA

Proverawati, Atikah & Erna Kusuma Wati. 2010. Ilmu Gizi untuk Keperawatan & Gizi Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Arisman. 2008. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC.

Comments